LUNAR-NEW-YEAR-Yee-Shang-Salad-s

Infoproperti.com – Bagi masyarakat Tionghoa, Imlek adalah salah satu perayaan akbar yang paling ditunggu setiap tahunnya. Arti sebenarnya Imlek merupakan perayaan menyambut musim semi yang berkaitan erat dengan prinsip kemakmuran. Dahulu kala Masyarakat Tionghoa sangat mengandalkan alam dalam setiap sendi kehidupan mereka. Tentu saja, datangnya musim semi merupakan kesempatan kembali untuk bercocok tanam.

Gaung kemeriahan sudah mulai terasa sejak satu minggu sebelum hari perayaan. Serangkaian ritual dan adat kebiasaan yang sifatnya turun temurun pun turut mewarnai persiapan perayaan. Uniknya, dalam tradisi masyarakat Tionghoa, simbol dan makna perayaan bukan hanya diterjemahkan melalui sembahyang, dan ritual ibadah lainnya melainkan juga melalui ragam kuliner atau makanan khas yang disajikan pada saat perayaan imlek.

Beberapa makanan khas yang disajikan pada saat perayaan imlek, berikut infoproperti rangkum 4 sajian yang selalu disajikan dalam perayaan imlek :

  1. Kue Keranjang

Sesuai tradisi, pada perayaan Imlek tidak akan lengkap tanpa adanya kue keranjang atau Nian Gao. Kata Nian berarti “tahun”, sementara Gao berarti “kue” dan juga terdengar seperti “tinggi”. Inilah mengapa kue keranjang biasanya disajikan dengan cara disusun tinggi atau bertingkat. Hal Ini melambangkan makna peningkatan rezeki atau kemakmuran.

Meski namanya adalah Kue Keranjang (Nian Gao), tapi tekstur pada kue keranjang ini adalah kenyal dan legit lebih mirip dengan dodol. Kue keranjang bisa awet hinga beberapa bulan. Untuk dapat Menikmatinya ada berbagai cara, diantaranya anda bisa langsung dimakan begitu saja,bisa dikukus terlebih dahulu agar terasa lebih lunak, ataupun bisa anda goreng dengan tepung atau digoreng dengan telur.

  1. Jeruk mandarin.

Masyakarat Tionghoa sangat senang makan jeruk terutama yang berwarna kuning, karena buah jeruk ini melambangkan kemakmuran dan kekayaan yang selalu bertumbuh. Inilah mengapa jeruk yang disajikan di kala perayaan Imlek sebisa mungkin masih memiliki daun di tangkainya. Daun ini menandakan adanya kehidupan dan kesejahteraan.

  1. Mie panjang umur

Salah satu makanan yang wajib ada karena dianggap sebagai simbol umur panjang adalah Mie. Masyarakat Tionghoa meyakini bahwa sajian Mie terutama pada sajian Siu Mie/Shou Mian yang berarti “mie panjang umur” . mie yang harus dihidangkan tanpa putus dari ujung awal hingga ke ujung akhir ini memiliki arti berharap orang yang mengkonsumsinya akan panjang umur. Meskipun demikian, Mie tetap boleh dipotong ketika sedang dimakan.

  1. Jiaozi atau pangsit

Jiaozi adalah makanan tradisional China yang juga dikenal dengan nama Kuo Tie, dan biasa disajikan sebagai makanan pembuka atau camilan. Bentuknya sendiri seperti pangsit yang biasanya berisi adonan daging babi atau udang cincang dan sayuran. Jiaozi merupakan makanan penting dalam tradisi kuliner masyarakat Tionghoa, karena kerap disantap bersama dengan keluarga besar dan melambangkan kebersamaan. Pada umumnya, di malam Imlek seluruh keluarga akan berkumpul dan memakan Jiaozi yang dibentuk bulat, sebagai harapan akan kemakmuran dan kesejahteraan. Secara simbolik, bentuknya yang bulat mirip dengan uang China kuno dan juga dijadikan perlambang kelimpahan rezeki. 

Advertisements